Monday, February 17, 2014

Still...

Kamu menganggapku hanya sebatas yang bisa kamu lihat. Rasanya terlalu sekejap, terlalu rendah. Kamu tak pernah mencoba untuk bertanya dan menelaah. Bahkan diam sejenak pun tidak.
Aku pun telah lama menyadari. Bahwa aku bertindak seolah-olah telah menjauhimu, melupakanmu, namun di sisi lain, masih ada berbagai macam perasaan yang tersisa. Yang kamu tinggalkan. Masih ada rasa sakit ketika melihat satu sisi kehidupanmu bercerita tentangnya. Ketika kamu membohongiku dengan beribu alasan. 
 

Kamu terlalu mudah untuk melupakan dan berubah.


Maaf, aku telah mengacaukan hari-hari barumu dengannya dengan kehadiranku kembali. Aku hanya...takut.
Dan kamu, tak pernah sekalipun menyadari semuanya. Menyadari tentang dirimu sendiri, dan tentangku. Atau mungkin belum.

Dan suatu saat, aku yakin bahwa kamu akan kembali menyadari, bahwa aku tetap sama seperti yang pernah kau katakan dulu. 


Walaupun mungkin aku telah benar-benar melupakanmu saat itu. Yah, kuharap.












P.S.: Gila aku hampir nangis waktu nulis ini gara-gara jadi ke flashback. Sounds too alay yah but that's the fact.

Monday, February 10, 2014

Ada

  Ada hadiah yang belum sempat aku kasih ke kamu, gara-gara kamu keburu pergi. Ada tulisanku tentang kamu, tentang kebaikanmu ke aku waktu kita masih barengan, yang belum sempat aku post ke blog gara-gara kamu minta putus. Ada covered-song dari aku buat kamu yang belum sempet kamu dengerin gara-gara kamu terlanjur berubah dan menghilang.
  Ada banyak rasa yang masih kependam. Ada maaf yang belum sempet kamu dengerin. Ada banyak pertanyaan kependam gara-gara putusmu. Dan ada jawaban yang belum kamu jawab jujur. 

  Masih ada.

Saturday, February 1, 2014

27

  Failed mensiversary ke 27. Kadang masih keinget, tapi yasudahlah. Dia bahagia tanpa aku kok, haha. Eh tapi kan sometimes I just can't forget the memories, not the person *halah. 
  Sudah saatnya aku belajar!

Menggaje