Monday, February 17, 2014

Still...

Kamu menganggapku hanya sebatas yang bisa kamu lihat. Rasanya terlalu sekejap, terlalu rendah. Kamu tak pernah mencoba untuk bertanya dan menelaah. Bahkan diam sejenak pun tidak.
Aku pun telah lama menyadari. Bahwa aku bertindak seolah-olah telah menjauhimu, melupakanmu, namun di sisi lain, masih ada berbagai macam perasaan yang tersisa. Yang kamu tinggalkan. Masih ada rasa sakit ketika melihat satu sisi kehidupanmu bercerita tentangnya. Ketika kamu membohongiku dengan beribu alasan. 
 

Kamu terlalu mudah untuk melupakan dan berubah.


Maaf, aku telah mengacaukan hari-hari barumu dengannya dengan kehadiranku kembali. Aku hanya...takut.
Dan kamu, tak pernah sekalipun menyadari semuanya. Menyadari tentang dirimu sendiri, dan tentangku. Atau mungkin belum.

Dan suatu saat, aku yakin bahwa kamu akan kembali menyadari, bahwa aku tetap sama seperti yang pernah kau katakan dulu. 


Walaupun mungkin aku telah benar-benar melupakanmu saat itu. Yah, kuharap.












P.S.: Gila aku hampir nangis waktu nulis ini gara-gara jadi ke flashback. Sounds too alay yah but that's the fact.

0 comments:

Post a Comment