Friday, May 16, 2014

Back to HIM

  Dedicated to you, hopefully you'll read this and blessed.



*
  Selama enam bulan lalu benar-benar melelahkanku. Menguras tenaga fisik, pikiran dan terutama, hati. Suatu waktu di mana aku mengalami kepahitan, penyesalan, dendam, dan sebagainya. Manusiawi, memang, tapi benar-benar membuatku stress.

*

  Mungkin ini memang kesalahanku sejak awal menerimanya, aku akui. Aku tak melibatkan Tuhan, empunya hidupku, saat membawanya masuk dalam kehidupanku. Saat itu kami menjalaninya tanpa berpikir lebih dalam. Memang berpikir panjang, tapi hanya teori.

(klik judul untuk baca selengkapnya)
  Awalnya kami menjalani tanpa masalah yang berarti. Tapi aku benar-benar terlena. Egois, dan tidak peka dengan suaraNya yang berulang kali mengingatkanku. Aku benar-benar bodoh, mengabaikan nasehat baik dari teman-temanku dan hanya menghibur diri sendiri.
  Sampai akhirnya aku terjebak dalam zona nyamanku sendiri. Terjebak dalam pergaulan yang buruk. Sebenarnya aku tahu itu salah, tapi dengan bodoh aku mengabaikannya. Aku menutupinya seakan tak pernah terjadi apa-apa. Dan setelah melakukan kesalahan itu, aku selalu tidak berani berdoa. Lalu hasilnya? Aku jadi orang yang munafik. Di luar tampak rohani, tapi di dalam benar-benar kotor. Selalu berbicara tentang iman, tapi dari dalam sendiri tidak ada perubahan. Berdoa tiap hari, tapi rasanya sama sekali tidak ada jawaban maupun pengaruhnya. 
  Dua tahun aku terombang-ambing dengan posisi seperti itu. Tidak ada damai sejahtera. Yang ada hanya rasa takut, kecewa, terpojok dan emosi yang tidak bisa dikendalikan. Aku menjadi orang yang tertutup, anti-sosial dan rasanya selalu terkekang. Sampai akhirnya, sesuatu terjadi. Dia memutuskanku secara sepihak. Aku benar-benar marah pada keadaan. Juga pada Tuhan. Aku sudah berkorban banyak untuknya, tapi kenapa malah berakhir seperti ini? Seakan-akan Tuhan memaksa menarik kembali sesuatu yang aku pertahankan. Aku sakit hati. Dendam. Dua setengah bulan aku menyimpan perasaan seperti itu. Awalnya aku berpikir bahwa aku telah melupakannya. Tapi aku salah besar. Kepahitan itu terus ada, bahkan terus bertumbuh tanpa sepengetahuanku karena sama sekali tidah ada penyelesaiannya. 
  Kemudian suatu kali Tuhan membawaku ke rencanaNya. Pada pertengahan Februari 2014, aku diminta menjadi quier atau singer di sebuah KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) yang dilayani oleh salah seorang hamba Tuhan dari God's Army. Aku mengiyakannya. Dan dari sanalah aku diubahkanNya...

*

  "Tuhan mau kita jujur di hadapanNya. Adakah di sini yang mengaku berdosa? Yang mengaku telah melakukan kesalahan, dan ingin membawa kepadaNya untuk diubahkan? Untuk kita memperoleh pengampunan? Mari maju ke depan." Kira-kira seperti itu yang diucapkan hamba Tuhan tersebut setelah menyampaikan Firman. Orang-orang pun berbondong-bondong maju ke depan. Begitu pun aku. Di depan, beberapa orang mulai menangis dan menjerit. Aku memejamkan mata, mencoba berdoa. Lama-kelamaan aku mulai menangis. Hatiku rasanya menjerit; 'Tuhan, ampuni aku! Pulihkan aku!' Satu persatu kepahitan itu datang kembali. Rasanya aku berada di tempat yang sangat jauh, sangat rendah, gelap dan sendirian. Aku merasa jatuh dan tersungkur. 
  Kemudian hamba Tuhan itu menghampiriku dan memegang kepalaku. Aku tidak ingat apa yang ia katakan, tapi yang pasti aku hanya bisa mengucapkan, "Ya Tuhan Yesus, maafkan aku, ampuni aku! Aku menyesal, Tuhan!" Aku mencoba menghentikan tangis, tapi tidak bisa. Aku hanya bisa menyerukan nama Yesus. Ruangan menajadi hiruk pikuk karena orang-orang mulai berbahasa roh, menangis dan menjerit. 

*

 "Roh Kudus hadir di sini
  Mengalir di Bait Suci
  Perkara ajaib pun terjadi, kuasa mujizat nyata
  karna Roh Allah sedang bekerja...
  Tiada yang mustahil dan tiada yang sukar
  bila Roh Allah turut bekerja
  Tiada yang mustahil bagi orang percaya
  karna Roh Allah turut bekerja di antara kita..."
Tim musik menyanyikan lagu tersebut lambat-lambat, dan berulang kali. Dan di saat itu aku merasakan sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Rasanya ada satu kuasa yang menghampiriku di tempat gelap itu. Ada Pribadi yang mengangkatku, memelukku erat. Aku yakin, Yesuslah itu. Aku sungguh merasakan kasihNya yang luar biasa. Aku merasa tenang dan damai saat dipelukNya. DigandengNya aku kembali. Aku merasakan Ia tersenyum dan menyambutku. Dan saat itulah tangisku berhenti, dan berganti menjadi tangis haru. "Ya Tuhan Yesus, terima kasih Tuhan, terima kasih.." Hanya itu yang bisa kuucapkan berulang kali. 
  Sejak detik itulah aku merasakan hidupku diubahkanNya. Aku kembali! Keselamatan dan pengampunan itu rasanya kualami secara nyata. Kegembiraan itu sungguh membuatku merasa ingin bersorak, ingin menceritakannya ke orang lain. Setelah KKR itu berakhir, kepahitan itu rasanya tidak ada lagi. Sakit hati itu telah dicabut oleh Tuhan Yesus sampai ke akarnya. Sungguh, aku ingin melompat dan bersorak karena pemulihanNya!

*

  Sejak itu, aku sadar. Aku mulai betah berdoa. Apalagi sejak aku mulai membiasakan diri untuk saat teduh--membaca dan merenungkan FirmanNya. Aku merasakan Ia memimpinku. Tidak ada lagi sakit hati yang berarti akibat dosa, karena semua itu telah diampuni dan dihapuskanNya...


*


P.S. 
Ini bukan cerpen, bukan juga karangan semata. Ini BENAR-BENAR pengalaman pribadiku, 100% fakta.

FYI,
Kejadian seperti itu biasa disebut altar call, di mana hamba Tuhan (pendeta) mengajak jemaat untuk datang ke hadirat Tuhan untuk mengakui dosa, dan merasakan hadirnya Roh Kudus.
Biasanya, saat altar call dan semacamnya, aku sama sekali tidak bisa menangis. Tapi saat altar call di KKR itu, aku malah menangis dengan sendirinya. Tidak bisa kuhentikan. Dan itu adalah karya Tuhan, di mana saat itu untuk pertama kalinya aku merasakan Tuhan Yesus datang secara pribadi dan memulihkanku. I'm so thankful with that moment!

*

  Saat itulah aku merasakan bagaimana rasanya 'dibentuk dan diproses' oleh Tuhan. Sakit memang, saat dipaksa Tuhan untuk merelakan sesuatu yang mati-matian kupertahankan. Tapi itu membuatku sadar, bahwa hal yang kupertahankan itu membuatku jauh dariNya. 
  Satu hal yang membuatku merasa sangat bersyukur adalah, Tuhan Yesus masih mau menghampiriku, memeluk dan memulihkanku. Ia mau memberikanku yang kecil ini, hidup baru di dalamNya. Siapa aku, Tuhan, sehingga Engkau mau memelukku yang kotor ini? :')

'Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.' -2 Korintus 5:17.

*

Hopefully you're one of the lost sheep. So you'll feel the presence of JESUS, The Shepherd,  The LORD.


0 comments:

Post a Comment