Monday, February 23, 2015

Di Malam Hari Ini

Ya, hari ini! Pukul setengah sebelas malam lebih dua menit.

Kepalaku bagaikan disiram air dingin, ketika pesan singkatmu itu kuterima.

Lega? Ya!
Memang belum sepenuhnya lega, tapi setidaknya si kunyuk bernama Penat - yang tanpa bosan hinggap di kepalaku dan berputar-putar di pikiranku - kini mulai mengangkat sayapnya untuk terbang menjauh.

Dan kini, aku bersyukur ketika tinggal sedikit lagi waktu yang tersisa bagiku untuk menunggu di depan pintumu.

Wah!






Pesanku: aku akan selalu mendukungmu hingga saat itu tiba! :)

Wednesday, February 4, 2015

Goresan Saat si Penat Datang

Sudah terlalu lama aku di sini
Terlalu lama pula terombang-ambing
Berdiri di depan pintumu yang bercelah sedikit, hanya separuh
dan yang tak kunjung terbuka lebar

Ini kali ke delapan aku menanti
Menghabiskan waktu dengan memunguti serpihan rasa pun harapan
Lelah? Mulanya tidak!
Tapi kini aku mulai merasakannya!
Dan kau tak kunjung menemuiku
Malahan kau hanya berteriak dari dalam pintumu, "ketoklah!"

Selalu begitu!

Lalu ia datang
Si kunyuk bernama Penat itu!
Awalnya tak kuhiraukan
Ia hinggap di ujung jari kakiku, kubiarkan
Kemudian ia hinggap di ujung kepalaku!
Membuatku memikirkanmu 
Membuatku ingin berbalik, meninggalkan pintumu

Tolong, tengoklah aku sedikit
karena tingkah si Penat itu semakin menjadi-jadi!
Karena kini ia bukan hanya hinggap, tapi juga berbisik;

"Sampai kapan?"