Friday, May 22, 2015

Ya, Seharusnya Aku...

  Seharusnya aku lebih bersyukur. Seharusnya aku lebih mengerti. Lebih peka dan peduli. Seharusnya aku tidak egois.
  Untukmu, sahabatku (yang entah bagaimana kau bisa menyukaiku), maaf karena aku (mungkin telah) menyakitimu. Mungkin kau menyatakan perasaanmu di saat yang tidak tepat. Atau mungkin aku yang tak pernah peka akanmu? Ah, sudahlah. Ini seakan tidak ada habisnya.
  Seharusnya aku membuang jauh perasaan negatif ini. Aku memang sempat bangga dengan diriku karena rasamu. Tapi, aku sendiri telah memutuskan. Tak seharusnya aku berperasaan seperti ini saat aku tahu kau berniat melupakan rasamu dan mulai menumbuhkannya pada wanita lain.
    
  Dan untukmu, penyemangat kesayanganku, terimakasih kau mau hadir dan berjuang sejauh ini. Maafkan aku sering memandang sebelah mata kepedulianmu. Aku memang egois. Seharusnya aku lebih memikirkanmu seperti kau. Seharusnya aku lebih bersyukur bisa  memilikimu, tapi aku malah menginginkanmu dan dia.


    Aku berharap agar dapat memaknai bersyukur yang sebenarnya. Ya, seharusnya aku tidak boleh menginginkan hakku yang telah menjadi milik orang lain..

1 comments:

Ron said...

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Cinta sejati tidak perlu takut terlepas, dia akan kembali lagi.
Jika dia tidak kembali, dari awal dia memang bukan milikmu :)
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Post a Comment